Lembar Kerja Biaya per Kemasan untuk Camilan Preorder
Lembar kerja untuk menghitung biaya per kemasan camilan preorder: catat bahan, kemasan, energi, dan waktu kerja, lalu lihat selisih per kemasan dan titik impas. Dilengkapi file CSV dan contoh angka fiktif.
Di artikel Memulai Usaha Camilan Preorder dari Rumah dengan Modal Terukur, kita sudah membahas pentingnya menghitung biaya sebelum menentukan harga. Halaman ini melanjutkannya dengan lembar kerja yang bisa Anda salin atau unduh, lalu isi dengan catatan belanja sendiri.
Semua angka di bawah adalah contoh fiktif untuk menunjukkan cara menghitung. Angka ini bukan harga pasar, bukan rekomendasi harga jual, dan bukan perkiraan keuntungan.
Bedakan dulu tiga angka ini
- Biaya per kemasan: total biaya satu batch dibagi jumlah kemasan yang benar-benar layak dijual.
- Harga jual: angka yang dibayar pembeli untuk satu kemasan.
- Selisih: harga jual dikurangi biaya per kemasan. Angka ini belum tentu laba bersih, karena bisa ada biaya yang belum tercatat atau kemasan yang tidak terjual.
Kesalahan yang paling sering adalah menganggap seluruh uang yang masuk dari penjualan sebagai keuntungan. Padahal sebagian uang itu harus kembali menjadi bahan untuk batch berikutnya.
Input: catat semua biaya satu batch
Contoh ini memakai satu batch kue kering cokelat yang direncanakan menjadi 24 kemasan.
| Kategori | Item | Jumlah | Harga satuan | Subtotal |
|---|---|---|---|---|
| Bahan | Tepung terigu | 1 kg | Rp18.000 | Rp18.000 |
| Bahan | Mentega | 1 blok 500 g | Rp45.000 | Rp45.000 |
| Bahan | Gula pasir | 1 kg | Rp16.000 | Rp16.000 |
| Bahan | Telur | 1 kg | Rp28.000 | Rp28.000 |
| Bahan | Cokelat chip | 1 bungkus 250 g | Rp38.000 | Rp38.000 |
| Kemasan | Kantong ziplock + alas | 24 buah | Rp2.500 | Rp60.000 |
| Kemasan | Stiker label | 24 lembar | Rp500 | Rp12.000 |
| Energi | Alokasi gas/listrik oven | 1 batch | Rp18.000 | Rp18.000 |
| Transaksi | Biaya transfer/admin | 1 batch | Rp6.000 | Rp6.000 |
| Waktu kerja | Nilai waktu kerja | 5 jam | Rp15.000 | Rp75.000 |
| Total | Rp316.000 |
Nilai waktu kerja dimasukkan sebagai biaya agar tenaga Anda tidak dianggap gratis. Angka Rp15.000 per jam di sini hanya contoh. Tentukan sendiri berapa nilai waktu yang masuk akal bagi Anda. Ongkos kirim tidak dimasukkan karena dalam contoh ini dibayar langsung oleh pembeli.
Hasil: biaya per kemasan dan selisih
Dari 24 kemasan yang direncanakan, misalnya 2 kemasan tidak layak jual karena pecah atau dipakai untuk tester. Jadi yang bisa dijual 22 kemasan.
| Hitungan | Rumus | Hasil |
|---|---|---|
| Biaya per kemasan (jika 24 layak jual) | Rp316.000 ÷ 24 | Rp13.167 |
| Biaya per kemasan (22 layak jual) | Rp316.000 ÷ 22 | Rp14.364 |
| Harga jual contoh | input | Rp20.000 |
| Selisih per kemasan | Rp20.000 − Rp14.364 | Rp5.636 |
| Selisih batch jika 22 terjual | (22 × Rp20.000) − Rp316.000 | Rp124.000 |
| Selisih batch jika hanya 18 terjual | (18 × Rp20.000) − Rp316.000 | Rp44.000 |
| Titik impas | Rp316.000 ÷ Rp20.000 = 15,8, dibulatkan ke atas | 16 kemasan |
Perhatikan dua hal. Pertama, dua kemasan yang rusak menaikkan biaya per kemasan sekitar Rp1.197. Kedua, perbedaan antara 22 dan 18 kemasan terjual membuat selisih batch turun dari Rp124.000 menjadi Rp44.000. Harga jualnya tetap Rp20.000, tetapi hasilnya berbeda jauh.
Menentukan harga minimal dari target selisih
Jika Anda ingin menyisakan Rp4.000 per kemasan di atas biaya, harga minimalnya adalah Rp14.364 + Rp4.000 = sekitar Rp18.364. Setelah itu, bandingkan angka ini dengan harga yang wajar menurut calon pembeli. Kalau terlalu jauh, tinjau ukuran porsi, jenis kemasan, atau proses kerja, seperti dibahas di artikel camilan preorder.
Lembar kerja yang bisa disalin
Buat tabel di spreadsheet dengan judul kolom di baris 1 dan biaya di baris 2 sampai 11, atau buka lembar hitung dan unduh contoh CSV lalu ganti angkanya.
| Sel | Isi | Rumus spreadsheet |
|---|---|---|
| Kolom A–F | Jenis (input/hasil), kategori, item, jumlah, satuan, harga satuan | diisi manual |
| Kolom G | Subtotal | =D2*F2 (tarik ke bawah sampai baris 11) |
| Total biaya | Jumlah semua subtotal biaya | =SUM(G2:G11) |
| Layak jual | Kemasan yang bisa dijual | diisi manual |
| Biaya per kemasan | Total ÷ layak jual | =Total/LayakJual |
| Selisih per kemasan | Harga jual − biaya per kemasan | =HargaJual-BiayaPerKemasan |
| Titik impas | Jumlah kemasan untuk menutup total biaya | =ROUNDUP(Total/HargaJual;0) |
Pemisah rumus di spreadsheet berbahasa Indonesia biasanya titik koma (;). Jika aplikasi Anda memakai pengaturan lain, gunakan koma.
Kapan lembar kerja ini perlu diperbarui
- Setiap kali harga bahan atau kemasan berubah.
- Setelah setiap batch, untuk mencatat jumlah yang rusak dan waktu kerja sebenarnya.
- Sebelum menambah varian rasa atau menaikkan kapasitas.
Waktu produksi juga perlu masuk jadwal yang realistis. Panduan mengatur kerja sampingan dalam 6 jam seminggu bisa membantu Anda menghitung berapa batch yang masuk akal. Cara berpikir yang sama juga dipakai saat menghitung harga template digital atau paket jasa desain untuk UMKM: catat semua biaya, termasuk waktu, sebelum menilai hasilnya.


